PARA astronaut merasa tergetar sewaktu memotret bumi yang tampak sangat besar melalui jendela sebuah pesawat ruang angkasa. "Itulah bagian terbaik penerbangan di ruang angkasa," kata seorang astronaut. Namun, bumi kita tampak sangat kecil bila dibandingkan dengan tata surya. Matahari dapat memuat jutaan bumi di dalamnya dan masih ada ruang tersisa! Akan tetapi, apakah fakta-fakta demikian tentang jagat raya ada hubungannya dengan kehidupan Anda dan maknanya?
Marilah kita melakukan perjalanan sejenak ke ruang angkasa untuk melihat bumi dan matahari kita dalam angan-angan. Matahari kita hanya salah satu dari sejumlah besar bintang dalam lengkung-lengkung spiral galaksi Bima Sakti*, yang merupakan bagian kecil dari jagat raya. Dengan mata telanjang, kita dapat melihat beberapa berkas cahaya yang sebenarnya adalah galaksi-galaksi lain, seperti galaksi Andromeda yang indah dan lebih besar. Bima Sakti, Andromeda, dan kira-kira 20 galaksi lain diikat oleh gravitasi dalam sebuah gugusan, yang semuanya ini hanya suatu lingkungan kecil dalam sebuah adigugusan yang sangat besar. Jagat raya berisi begitu banyak adigugusan, dan gambarannya tidak sampai di situ saja.
Garis tengah galaksi Bima Sakti kira-kira satu kuintiliun kilometer, —ya, 1.000.000.000.000.000.000 kilometer! Diameter Bima Sakti kira-kira 100.000 tahun cahaya, dan satu galaksi ini terdiri dari 100 miliar bintang lebih.
Gugusan-gugusan itu tersebar dengan tidak beraturan di ruang angkasa. Dalam skala besar, mereka tampak seperti sebuah lapisan tipis dan kawat pijar di sekeliling kehampaan besar yang seperti gelembung. Bentuk beberapa gugusan begitu panjang dan lebar sehingga menyerupai dinding-dinding besar. Hal ini mungkin mengejutkan banyak orang yang mengira bahwa jagat raya kita tercipta sendiri secara kebetulan dalam suatu ledakan kosmis. "Semakin jelas kita melihat jagat raya dengan segala perinciannya yang luar biasa," demikian kesimpulan seorang penulis senior untuk Scientific American, "semakin sulit kita menjelaskan dengan sebuah teori sederhana bagaimana jagat raya kita menjadi seperti itu."

No comments:
Post a Comment